Sedekah Dosa

BUANG SAMPAH EMOSI ANDA PADA TEMPATNYA.
Di zaman modern ini, buang sampah saja ada aturannya. Ada tempat sampah khusus untuk sampah organic dan ada tempat sampah khusus untuk sampah an-organic seperti plastik, kaleng, dll.

Lalu bagaimana untuk membuang sampah batin, energi negatif, dan residu energi yang membebani sistem psikis kita?


Karena sistem psikis kita ini juga ada kemiripan dengan sistem komputer. Jika terlalu banyak file sampah, maka kinerjanya bisa lemotz.

Bukankah smartphone anda, beda kinerjanya antara ketika masih baru beli dan sudah dipakai. Awalnya wus wuuss wuus... tapi lama-lama kok makin lambat. Dan baru lancar kembali ketika sudah dilakukan cleaning.

Demikian juga dengan sistem psikis kita, saat masih kanak-kanak yang suci murni tanpa dosa. Semuanya terasa happy dan lancar jaya. Tetapi anehnya, semakin kita dewasa. Kok hidup ini terasa makin kompleks dan ruwet. Bahkan tidak jarang, aliran rejeki juga suka ngadat datangnya...

Itulah tanda-tanda bahwa di dalam sistem psikis kita, Junk File atau File sampahnya sudah gede banget. Dan harus segera dibersihkan, mumpung belum Hang.

Caranya...?

Cara yang normal dan standard adalah dengan :

1. Memperbanyak berbuat kebajikan.
2. Suka sedekah / berbagi pada orang lain.
3. Memperbanyak istighfar, memohon ampunan pada Tuhan.
4. Dan melakukan berbagai tekhnik psikoterapi, Quantum Healing, atau tekhnik 'ala spiritual & relijius untuk membersihkan sampah tersebut.

Namun, adakalanya. Semua langkah di atas itu baru menyentuh permukaannya saja dari gunung sampah yang ada di sistem psikis kita. Sedangkan beberapa jenis sampah tertentu, sulit sekali dibersihkan dan lengket banget. Sangat sulit dilepaskan.

Saat sistem psikis terjadi kondisi Stuck seperti itu, maka berjalanlah mode darurat untuk membersihkah sampah itu hingga ke akarnya. Yaitu melalui :

1. Sakit
2. Musibah
3. Masalah.

Disatu sisi, sakit musibah dan masalah. Merupakan efek dari tumpukan sampah yang belum dibersihkan. Tapi disisi lainnya. Penderitaan hidup itu juga merupakan sarana untuk membersihkan sampah batin hingga ke akar-akarnya. Jika kita sudah tahu ilmunya.

Misalnya dengan bersabar, mengurangi mengeluh, memperbanyak bersyukur, dll.

Nah, dalam kesempatan ini. Saya akan berbagi suatu tekhnik yang unik dan belum pernah diajarkan oleh siapapun di dunia ini selain oleh saya.

Kalimat diatas tadi hanya klaim sefihak dari saya lho, bisa iya bisa juga tidak. Maklum karena saya belum tahu jika ada orang lain yang mengajarkan tekhnik ini.

Tekhnik ini sebenarnya sebagian sudah saya ulas dalam artikel UNBOXING ILMU SIHIR & SANTET di https://www.naqsdna.com/2018/09/unboxing-ilmu-sihir-santet.html pada bab Santet Putih part 1 : sedekah + santet. Hanya saja dalam tulisan kali ini akan saya berikan beberapa tambahan penjelasan untuk melengkapinya.

Tekhnik ini adalah SEDEKAHKAN SAMPAH EMOSIMU PADA ORANG YANG BERHAK MENERIMANYA.

Siapakah mereka?
Mereka adalah Orang-orang yang Tuhan hadirkan dalam kehidupan kita sebagai fihak yang bersalah. Seperti penjahat, pencuri, perampok, begal, penipu, dan orang-orang yang telah menzalimi kita.

Dan jangan sampai emosi negatif yang menumpuk di sistem psikis anda itu meledak dan mengenai orang-orang yang anda kasihi. Karena ketika gelas emosi kita sudah mencapai garis batasnya, maka walau ada masalah yang sangat sepele sekalipun. Emosi dapat meledak dan mencelakai orang, baik mencelakai diri sendiri menjadi penyakit psikosomatis ataupun mencelakai orang lain. Karena memang begitulah dinamika sistem emosi kita bekerja.

Baca Juga : Teori Gelas Emosi.

Berbeda dengan Orang yang sudah secara sadar memilih profesi sebagai penjahat, penipu, dll. Serta suka melakukan kezaliman. Mereka Itu secara otomatis sudah ikhlas jadi tempat sampah bagi energi negatif orang lain. Suka atau tidak suka, mau atau terpaksa, memang begitulah adanya. Ini mekanisme alam, sudah merupakan suatu sunnatullah dari Tuhan. Kita tinggal pakai saja, kalau mau...

Itulah hakikat yang dimaksud dengan dibakar oleh api neraka itu... Makanya, banyak penjahat yang sulit tobat. Karena memang sudah gosong hati mereka. Terbakar oleh uap neraka yang ada di dada... akibat overload dalam menerima transferan energi negatif milik orang lain yang sudah mereka zalimi.

Maka, Berikan Sampah Emosimu Pada Yang Berhak Menerima. Dan jangan sampai salah sasaran apalagi sampai mencelakai diri anda sendiri dan keluarga yang sangat anda kasihi.

Dan jika anda tidak mau jadi tempat pembuangan sampah energi negatif orang lain di dalam mekanisme alam semesta ini. Maka, marilah belajar jadi orang baik dan memperbanyak berbuat kebajikan. Mudah toh?

Dalil tekhnik ini adalah berdasarkan Hadist Rasulullah SAW ini :

*

ORANG YANG BANGKRUT.

"Tahukah kalian, siapakah muflis (orang yang bangkrut) itu?”,

mereka (para sahabat) berkata, “Orang bangkrut yang ada diantara kami adalah orang yang tidak ada dirhamnya dan tidak memiliki barang”.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

“Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan sholat, puasa, dan zakat. Dia datang dan telah mencela si fulan, telah menuduh si fulan (dengan tuduhan yang tidak benar), memakan harta si fulan, menumpahkan darah si fulan, dan memukul si fulan.

Maka diambillah kebaikan-kebaikannya dan diberikan kepada si fulan dan si fulan.

Jika kebaikan-kebaikan telah habis sebelum cukup untuk menebus kesalahan-kesalahannya maka diambillah kesalahan-kesalahan mereka (yang telah ia dzolimi) kemudian dipikulkan kepadanya lalu iapun dilemparkan ke neraka.”

(HR Muslim IV/1997 no 2581)

Jika di dalam hadits tersebut kejadian itu baru akan berlangsung nanti di akherat. Namun, di dalam pelajaran ilmu Hakikat dan juga Quantum Energi. Disebutkan bahwa, Cermin alam akherat itu juga sedang terjadi saat ini, di sini. Yaitu di dalam dimensi Kesadaran Quantum.

Surga dan neraka, itu hawanya sudah kita alami sekarang di dunia ini. Itu sebabnya, tanda-tanda calon penghuni surga dan penghuni neraka, sudah dapat dilihat oleh orang yang kasyaf. Walaupun orangnya belum mati dan dunia belum kiamat.

Artinya, dengan seizin Allah swt. Kita juga dapat mengaplikasikan isyaroh dalam hadits tadi saat ini juga, tanpa perlu menunggu nanti. Mumpung koneksi jembatan quantum antara kita dengan dia masih hangat-hangatnya.

Dari hadits tadi, ada dua hal yang dapat kita lakukan pada orang yang menzalimi kita.

1. Meminta jatah kebaikan dia. ( Terj. : Menyedot Saldo Tabungan energi positifnya ).

2. Memberikan kesalahan kita padanya. ( terj. : Mentransfer energi negatif kita padanya )

Untuk point pertama, tentu saja kita tidak yakin. Bahwa jumlah saldo tabungan energi positif orang itu banyak jumlahnya.

Jadi, kita langsung saja ambil point no. 2. Transfer aja semua sampah emosi, energi negatif, jatah sial, jatah gagal, nasib buruk, dll. Ke dia semuanya.

Itulah tekhnik yang saya sebut : "Buang sampah emosimu pada tempatnya" atau "Sedekahkan Kelebihan Sampah emosimu pada orang yang berhak menerimanya."

Pasti diantara anda ada yang bertanya,"Apa bener bisa pak..?"

Maka saya jawab,"Yo embuh... kalau mau, ya praktekkan. Kalau tidak mau, ya tinggalkan.... gitu aja kok repotz.... hahahaha....."

Kisah nyata...

Di FB kemarin, saya tertarik dengan batu akik Amethyst yang sedang ditawarkan oleh seorang seller. Karena koleksi saya untuk jenis batu amethyst memang masih sedikit. Jadinya, saya tertarik untuk membeli. Apalagi harganya juga masih standard saja. Tidak terlalu mahal, juga tidak terlalu murah.

Walau seller ini termasuk orang baru bagi saya, tapi saya berani aja beli. Karena saya memang punya standard batasan uang yang bisa dikeluarkan untuk orang yang belum kenal baik ataupun untuk memberi hutang pada orang yang kredibilitasnya meragukan.

Batasan saya adalah, seandainya uang itu hilang dan tidak dikembalikan. Maka secara psikologis saya masih merasa biasa-biasa saja.

Adanya standard inilah yang membuat saya berani mengambil resiko melakukan transaksi dengan orang yang belum dikenal baik kredibilitasnya. Termasuk pada seller batu akik ini.

Nah, setelah transaksi Deal. Maka duitpun saya transfer. Tapi anehnya... setelah nerima duit dari saya. Bukannya memberi kabar bahwa barang akan dikirim. Tapi Facebook saya malah langsung diblokirnya....

Maka, jelaslah sudah... bahwa dia adalah penipu.

Menghadapi kasus seperti ini, secara aneh bin ajaibnya. Di hati saya yang terdalam. Malah terucap kalimat "Alhamdulillah...." dan merasa lega...

Why..?
Karena sudah menemukan orang yang sukarela mau jadi tempat penampungan bagi sampah-sampah energi saya. Termasuk jatah sial, jatah gagal, nasib buruk, dll. Langsung saja aku niatkan untuk saya sedekahkan semuanya padanya... wes pokoknya semua yang jelek-jelek aku transfer ke dia semua dah..... Wkwkwkwkwk...

Habis ketipu, malah plong & happy....

Apalagi, ketipunya cuman 600rb. Tapi ini hanya dalam hitungan jam. Saya malah dapat rejeki senilai 6 jutaan lebih.... seolah-olah uang yang sudah saya keluarkan, dikembalikan lagi ke saya dalam jumlah yang berlipat ganda. asyik toh...wkwkwkwkwk.....

Soal, apakah si penipu tadi jadi celaka, atau jadi gimana. Saya malah mengabaikan saja soal itu. Dan lebih fokus pada dunia saya sendiri... Karena itu sudah bukan lagi urusan saya, tapi itu adalah urusanNya. Jadi buat apa dipikir. Yang penting adalah gw makin bahagia dan makin Happy, itu aja sih... Hehehe...

So...
Apakah anda mau pakai tekhnik saya ini atau tidak. Yo terserah anda,....

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam Ajaib.

Edi Sugianto, Founder NAQSDNA
naqsdna.com l dnasukses.com

***

Ps.
*

Metafisika Modern

Terima Kasih sudah membaca Sedekah Dosa. SHARE / BAGIKAN jika manfaat.

0 Response to "Sedekah Dosa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Metafisika Modern